TASIKMALAYA – Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil) telah sukses menyelenggarakan Kuliah Pakar (Practitioner Lecture) yang berfokus pada tantangan patogen tanaman jagung pada hari Selasa (28/4/2026). Kegiatan akademik ini merupakan realisasi dari agenda yang telah diumumkan sebelumnya (baca di sini: [Link Agenda Kuliah Pakar]).
Berlangsung secara virtual melalui platform Zoom Meeting, kuliah pakar kali ini menghadirkan narasumber ahli, Hishar Mirsam, S.P., M.Si., yang merupakan Peneliti Senior dari Pusat Riset Tanaman Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia.
Bedah Tuntas Fusarium verticillioides
Mengangkat tema “Unraveling Fusarium verticillioides in Maize: Scientific Insights into Bioecology, Host-Pathogen Interactions, and Sustainable Management Strategies”, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa, khususnya mereka yang tengah menempuh mata kuliah Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan (IHPT).
Dalam pemaparannya, Hishar Mirsam menjelaskan bahwa Fusarium verticillioides bukan sekadar jamur biasa, melainkan patogen kompleks yang berdampak signifikan pada penurunan produktivitas jagung nasional. Beliau membedah aspek bioekologi patogen hingga interaksi mendalam antara inang dan patogen yang sering kali luput dari pengamatan konvensional.
Sinergi Praktisi dan Akademisi
Ketua Program Studi Agroteknologi Unsil menyampaikan bahwa kehadiran praktisi dari institusi sekelas BRIN sangat krusial untuk memberikan perspektif riil dunia riset terapan kepada mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi prodi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga peka terhadap isu-isu teknis di lapangan.
Melalui kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi gejala infeksi secara akurat dan merumuskan strategi manajemen yang berkelanjutan demi menjaga stabilitas ketahanan pangan di sektor komoditas jagung.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Prodi Agroteknologi berkomitmen untuk terus menghadirkan rangkaian kuliah praktisi lainnya guna memperkaya cakrawala keilmuan civitas akademika.

